Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan

03 September 2009

Keseimbangan otak kiri dan kanan


Seperti kita ketahui bersama otak kita ini – otak manusia dibagi menjadi dua bagian yaitu otak kanan dan otak kiri, otak kita yang merupakan karunia Allah SWT ini kita bagi menjadi dua bagian adalah karena dua bagian otak tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

Otak Kanan

Otak kanan biasa diidentikkan tentang kreatifitas, dan memang benar fungsi dari otak kanan ini adalah untuk mengurusi proses berpikir kreatif manusia, contohnya adalah kemampuan komunikasi (lingusitik). Cara kerja otak kanan ini biasanya tidak terstruktur, dan cenderung tidak memikirkan hal-hal yang terlalu mendetail. Contoh orang yang mengandalkan otak kanannya dibandingkan otak kirinya adalah seniman.
Kesimpulan : Otak yang berhubungan dengan gagasan,ide, kreatif, keberanian, emosi, visual dan seni.Ini kriteria yang orang yang lebih "sering" pake otak kanan Kelebihan :
  • Menghasilkan sesuatu dengan baik lewat gagasan dan ide-ide briliant
  • Jenius dalam menanggapi setiap peluang dan kesempatan
  • Berani menanggung resiko untuk jadi lebih baik
  • Pintar menyesuaikan dengan lingkungan
  • Enterprener yang gak sekolah tapi sukses
  • Gak kuper ( sering bergaul, konyol, dan suka becanda)
  • Menyukai sesuatu yang unik dan baru
  • Suka berpetualang
  • Ga suka terikat
Kekurangan :
  • Rada males mikirin yang namanya hitungan dan skema-skema ga jelas
  • Kebanyakan main dan ngerusak nilai raport
  • Ga suka matematika dan yang berhubungan dengan logika
  • Ga pernah serius
  • Nilai raport pas-pasan (apa adanya)
  • Sifatnya terbuka
Otak Kiri
Sedangkan otak kiri biasa diidentikkan dengan kecerdasan analitik. Maksudnya otak kanan kita ini terkait dengan kemampuan matematis dan kemampuan berpikir sistematis seseorang. Contohnya kemampuan menyelesaikan soal matematika. Cara kerja otak ini sangat rapi, terstruktur dan sistematis. Biasanya otak kiri ini sangat bermanfaat saat digunakan untuk memahami hal-hal yang kompleks dan perlu pemikiran yang mendetail. Orang yang biasanya lebih mengandalkan otak kiri adalah seorang peneliti atau scientist.

Kesimpulan: Otak kiri berhubungan dengan hal-hal yang kuantitatif, berpikir teoritis, intelektual, logis, linier dan rasional. Ini kriteria yang orang yang lebih "sering" pake otak kiri
Kelebihan :
  • Menghasilkan sesuatu dengan matang dan terstruktur
  • Sering dapet juara di kelas (ranking trus)
  • Menyukai matematik dan berhubungan dengan logika
  • Berfikir tajam dan jelas
  • Serius dalam segala hal
  • Enterprener yang sukses lewat perhitungan matang
  • Lebih disiplin dalam segala hal
Kekurangan :
  • Orang kayak gini jarang keluar kamar belajar trus
  • Ga banyak bergaul (kuper)
  • Ga menyukai petualangan
  • Sifatnya tertutup

Sumber : dari berbagai sumber
READ MORE - Keseimbangan otak kiri dan kanan

27 Februari 2007

Cara kerja Hotspot


Ada Hot Spot Area, Akses Internet Bisa di Mana-mana

Peta persaingan layanan akses internet akan berubah. Ditandai oleh para penyedia layanan akses internet atau Internet Service Provider menyiapkan layanan baru yang diperkirakan diminati para pengguna.

Layanan akses internet yang bersifat nirkabel atau wireless itu terpusat di lokasi-lokasi yang dianggap memiliki komunitas pengguna yang besar, terutama yang tidak bersifat menetap.

Lokasi yang menyediakan layanan akses internet dengan kapasitas transfer data hingga 512 kilo bits per second (Kbps) itu populer disebut sebagai hot spot.

Di Semarang beberapa lokasi sudah mulai menyediakan fasilitas itu, misalnya hotel-hotel berbintang empat dan lima, Bandara A Yani, warnet, kampus, dan kantor operator seluler.

Bagaimana cara kerja hot spot itu? Praktisi teknologi informasi dan Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Jateng, Lukas Lukmana, mengatakan pada suatu lokasi yang telah ditentukan dipasang sebuah perangkat Wi-Fi Access Point.

Perangkat tersebut memancarkan gelombang radio yang akan ditangkap oleh laptop atau personal digital assistant (PDA) milik pengguna yang telah dilengkapi teknologi Wi-Fi.

''Apabila pengguna membuka browser internetnya dalam kawasan hot spot, maka akan muncul halaman utama hot spot penyedia layanan. Kemudian pengguna harus memasukkan username dan login password-nya. Setelah proses verifikasi selesai, pengguna terhubung ke dunia maya,'' tuturnya.

Hot spot memang lebih banyak ditujukan bagi mereka yang sering berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Misalnya seseorang yang sering berada di berbagai pusat bisnis yang memerlukan akses internet untuk menunjang pekerjaannya karena kebutuhan terhadap transfer data yang besar dan berkecepatan tinggi.

Ketika berada di bandara menunggu pesawat seseorang dapat memanfaatkan waktu dengan mengakses internet. Sebuah warnet yang berlokasi kawasan Simpanglima telah menyediakan fasilitas hot spot dan menarik minat para eksekutif untuk berkunjung di sela-sela waktu makan siang dan setelah jam kerja.

''Kami menyediakan hot spot untuk memberi nilai tambah bagi pengunjung mal ini. keberadaan internet cafe juga makin menarik pengunjung mal,'' kata seorang petugas Citra Media Simpang Lima.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah pembangunan hot spot di banyak tempat memiliki nilai ekonomis dan dapatkah berbagai layanan baru tersebut mendorong pertumbuhan profit?

Meskipun telah banyak operator yang mengembangkan, menurut Lukas, hot spot masih kesulitan menarik pengguna karena perusahaan telekomunikasi umumnya melihat dalam konteks jumlah.

''Artinya, kalau jumlahnya masih sedikit maka pengembangannya barangkali akan mengalami pengenduran,'' jelasnya.

Tri Djatmiko, Kepala Divisi Regional IV PT Telkom Jateng/DIY mengatakan investasi yang ditanamkan untuk penyediaan fasilitas hot spot di satu lokasi lebih dari Rp 300 juta. Investasi itu dipergunakan untuk biaya peralatan fisik, jaringan, dan internet nirkabel.

''Mulai Mei hot spot akan didirikan di stasiun kereta api, pusat perbelanjaan, dan institusi pendidikan,'' ujarnya.

Optimistis Berkembang

Meski tidak memerinci target pencapaian, pihaknya menargetkan Rp 400 miliar untuk sektor korporat yang termasuk jaringan nirkabel itui.

Ia optimistis layanan itu akan berkembang di masa mendatang. Untuk itu operator telekomunikasi yang sudah bergerak dan terjun ke bisnis jasa layanan itu harus bekerja sama dengan pemilik spot, misalnya kafe, bandara, stasiun kereta api, apartemen, hotel, dan lokasi-lokasi tempat pengguna teknologi internet singgah.

Kepada pemilik spot dapat ditawarkan berbagai model bisnis baik dalam bentuk sewa, bagi hasil, maupun kompensasi. Sebaliknya, operator bisa meminta mereka menyediakan listrik, menjamin keamanan, dan memberi aksesibilitas.

Hot spot juga sudah ditawarkan di kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

''Kalau dulu dosen atau mahasiswa yang ingin mengakses internet harus pergi ke warnet atau melengkapi komputer dengan modem kemudian disambungkan dengan telepon, maka sekarang cara itu sudah tak lagi perlu,'' ujar Dekan Fakultas Teknologi Industri Ir M Haddin MT.

Terobosan itu diambil oleh pengelola universitas untuk pengembangan dunia pendidikan dan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Fakultas Teknologi Industri.

Pengembangan hot spot area di Unissula tidak banyak membutuhkan infrastruktur baru dan biaya, karena sejak awal pembangunan kampus itu sudah diproyeksikan untuk pengembangan teknologi informasi secara maksimal.

Bukan hanya penyedia jasa internet, operator seluler semacam Telkomsel sudah mulai menjadi penyedia layanan hot spot. Sejak awal April PT Telkomsel Regional Jateng/DIY mengoperasikan layanan itu di Grhapari Jalan Pandanaran Semarang.

Operasional fasilitas itu sekaligus sebagai uji coba sebelum membuka layanan sejenis di kawasan publik, korporat, atau pelanggan terseleksi di Jateng/DIY.

''Fasilitas hot spot di Grhapari itu di-provide oleh jaringan GSM Telkomsel,'' kata General Manager Sales & Customer Service Telkomsel Jateng-DIY Hastining Bagyo Astuti.

Dengan operasional hot spot di satu lokasi pihaknya akan melihat terlebih dulu permintaan pelanggan dan kemungkinan pengembangan pasarnya. Kemungkinan dua atau tiga pekan ke depan ada pembukaan hot spot di lokasi lain.

Dibandingkan dengan Jakarta atau Bandung permintaan layanan hot spot di Jateng/DIY memang lebih kecil. Kendati demikian, Telkomsel mengemban misi mengenalkan perkembangan teknologi kepada masyarakat lewat fasilitas itu.

"Dalam pembangunan layanan hot spot kami tidak sekadar menghitung berapa revenue yang akan diperoleh. Misi utamanya lebih kepada bagaimana selalu mendukung masyarakat agar selalu mengikuti dan mengenali perkembangan teknologi informasi," tandasnya.

Layanan hot spot di Grhapari Telkomsel Semarang dapat dimanfaatkan oleh siapapun yang menggunakan handphone berfasilitas wireless fidelity (Wi-Fi), notebook ber-Wi-Fi, atau PDA-phone yang ber-Wi-Fi pula.

Setiap pemanfaatan hot spot untuk akses internet, bagi pengguna kartu Halo dikenai tarif Rp 400/menit dan kartu Simpati Rp 440/menit.

Kecepatan aksesnya cukup memadai untuk pekerjaan pengiriman atau penerimaan data baik teks, grafik, gambar, foto maupun voice.
READ MORE - Cara kerja Hotspot

26 Januari 2007

Proyek Apollo

PROYEK APOLLO
DARATKAN MANUSIA KE BULAN

Masih ingatkah kamu dengan Neils Armstrong? Dialah manusia pertama bersama dua astronot lainnya, Michael Collins dan Edwin Aldrin menginjakan kaki ke permukaan bulan, 21 Juli 1969. keberhasilan mereka mendarat ke bulan itu berkat adanya Proyek Apollo, suatu proyek yang merupakan tahap akhir rencana Amerika untuk mendaratkan manusia di bulan dan kembali ke bumi dengan selamat.

Paket Apollo ini terdiri atas tiga kapal angkasa yang canggih yang mempunyai tugas sendiri-sendiri. Pertama command ; module adalah kapsul yang berisi tiga orang yang prinsipnya sama dengan kapsul yang digunakan pada Proyek Mercury dan Gemini, hanya saja ukurannya lebih besar. Kapsul inilah yang digunakan ketiga astronot waktu tinggal landas dan hanya bagian inilah yang akan kembali lagi ke bumi dari seluruh kapal angkasa yang besar itu.

Kedua; service module yang dalam rangkaiannya digandeng dengan command module. Service module memuat bahan bakar dan perbekalan untuk penerbangan. Service module ini akan dibuang sebelum command module memasuki atmosfer dalam perjalanan pulang. Ketiga; lunar module yakni pesawat ruang angkasa yang berdiri sendiri, mempunyai ukuran lebih kecil dan digunakan oleh dua astronot untuk meninggalkan command module menuju permukaan bulan. Setelah berada di permukaan bulan kedua astronot akan menerbangkan lunar module kembali ke command module dan service module. Setelah lunar module merapat dengan pesawat itu kedua astronot akan kembali ke command module, kemudian seluruh lunar module ditinggalkan. Cara seperti ini sangat mahal karena semua peralatan dibuang di angkasa tapi aman dan berhasil.

Pesawat Apollo ini diangkat oleh roket Saturnus V dari Tanjung Kennedy pada tanggal 16 Juli 1969. Roket satrurnus V ini sebelumnya melakukan beberapa kali penerbangan uji coba, dengan cara mengitari bumi kemudian mengitari bulan tanpa mendarat. Dalam pendaratan itu Apollo itu membawa sebuah kendaraan bulan yakni sebuah kereta listrik yang dirakit para astronot di bulan dan dikemudikan di permukaan bulan, kendaraan itu dilengkapi dengan kamera dan televisi berwarna. Proyek Apollo ini diperkirakan menelan biaya sebesar US$ 24 miliar.

Proyek Apollo ini sangat luar biasa, karena untuk mencapai permukaan bulan pesawat ruang angkasa tersebut harus mampu mengalahkan daya tarik bumi. Mungkin kelak juga harus mengalahkan daya tarik matahari. Ada kecepatan minimum awal yang disebut kecepatan lolos (sebesar 11,2 kilometer per detik) yang harus dicapai oleh roket agar roket bersama bebannya berhasil bebas dari gaya berat bumi. Bila pesawat tinggal landas dengan kecepatan minimum itu, maka pada saat pesawat bebas dari gaya berat bumi kecepatannya relatif terhadap bumi adalah nol. Sedangkan kecepatan terhadap matahari sama dengan kecepatan edar bumi.

Agar dapat diarahkan ke planet tertentu diperlukan kecepatan sedikit lebih, misalnya untuk menuju Mars atau Venus diperkukan kecepatan awal minimum sebesar 11,9 kilometer per detik. Untuk menuju suatu bintang, pesawat harus mampu mengalahkan daya tarik matahari juga. Untuk itu diperlukan kecepatan awal pada permukaan bumi sebesar 23,3 kilometer per detik. Sementara mesin roket yang dikenal sekarang ini belum ada yang mampu memberikan kecepatan sebesar itu.

Selain itu juga ada masalah yang lain, pada saat pesawat memasuki atmosfer bumi, misalnya dengan laju 26.000 kilometer per jam, gesekan udara akan menaikan suhu bagian luar pesawat. Kenaikan suhu ini dapat mencapai 1.500˚C. untuk mengatasi suhu yang sangat tinggi tersebut. Pesawat diberi sisik keramik sebanyak 25.000 potong. Gesekan udara ini akan memperlambat kecepatan pesawat untuk mendarat atau mencebur ke laut dengan 200-400 kilometer per jam. Betapa hebatnya teknologi, lalu jika mereka mampu berbuat seperti itu mengapa kita tidak?



READ MORE - Proyek Apollo

Astronomi


ASTRONOMI

Astronomi adalah ilmu yang mempelajari tentang alam semesta mulai dari bintang, planet, komet, asteroid serta benda angkasa lainnya yang terdapat di jagat raya ini termasuk bumi yang kita tempati ini. Berbicara tentang astronomi tidak bisa dipisahkan dengan Nicolas Colernicus seorang astronom (ahli perbintangan) berkebangsaan Polandia yang mempunyai nama kecil Mikolaj Kopernic, dia dilahirkan pada tahun 1473 di kota Torun di tepi sungai Vistula, Polandia. Dia lahir di tengah-tengah keluarga yang berada. Copernicus belajar di universitas Cracow, pada usia 20 tahun dia pergi melewat ke Italia. Copernicus menghabiskan sebagian besar waktunya tatkala dewasa selaku staf pegawai katedral di Frauenburg.

Selama berada di Italia, Copernicus sudah berkenalan dengan ide-ide filosof Yunani Aristarshus dari Samos (Abad ke-13). Filosof ini berpendapat bahwa bumi dan planet-planet lain berputar mengitari matahari. Copernicus jadi yakin atas kebenaran hipotesa “Heliocentris” ini.

Meski Aristachus lebih dari 17 abad lamanya sebelum Copernicus mengemukakan persoalan-persoalan menyangkut hipotesa peredaran benda-benda langit tapi kebanyakan orang menganggap Copernicuslah orang yang beruntung mendapatkan penghargaan besar. Sebab, betapa pun Aristachus sudah mengedepankan berbagai masalah yang mengandung inspirasi, namun dia tidak pernah merumuskan teori yang cukup terperinci sehingga mempunyai manfaat bagi para ilmuwan. Dengan pengamatan astronomi yang dibuktikan, dapat bermanfaat di banding teori-teori yang lain yang terdahulu bahwa bumilah yang menjadi sentral luar angkasa.

Memang astronomi tidak mempunyai jangkauan jauh dalam penggunaan ilmu praktis sehari-hari seperti halnya fisika, kimia dan biologi. Namun hasil temuan para ilmuwan (astronom) di masa lampau sangat berguna bagi ilmuwan-ilmuwan masa kini. Jadi jasa mereka tidak bisa diabaikan begitu saja.










READ MORE - Astronomi

05 Januari 2007

Makna IPTEK


Makna Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Sebelum kita lebih jauh mengenal teknologi, maka kita perlu mengetahui makna dari "ilmu pengetahuan". Ilmu pengetahuan dapat didefinisikan sebagai segala "data" dan "informasi" yang diberikan atau disediakan oleh Allah SWT kepada manusia, baik melalui ayat kauliyah-Nya (ayat-ayat Allah yang tertuang dalam kitab-Nya, Al Qur'an), dan ayat kauniyah-Nya (ayat-ayat Allah yang ada di sekitar kita, alam semesta, termasuk diri kita sendiri). Kemudian manusia melakukan penelitian terhadap kedua hal tersebut.

Berbagai eksperimen, percobaan, dan sejenisnya dilakukan oleh manusia untuk mencari ilmu-ilmu yang disediakan Allah namun belum diketahui. Terkadang, usaha tersebut menghasilkan ilmu baru yang belum pernah ada sebelumnya, atau hanya sekedar menghasilkan pengalaman. Pengetahuan yang berdasarkan itu semua merupakan pengetahuan yang ilmiah. Bila seorang manusia dapat mengambil hikmah dari proses "eksperimen" dan analisa terhadap ilmu pengetahuan ini, maka itu disebut sebagai "knowledge". Namun tidak sedikit dari manusia yang gagal meraih hikmah dari sekian banyak ilmu pengetahuan yang dianugerahkan oleh Allah SWT.
Sejak masa lalu, manusia senantiasa melalukan hal-hal tersebut, seperti eksperimen, penelitian, percobaan, menyimpulkan, dan seterusnya. Selama melakukan hal tersebut, ada yang jujur, ada pula yang tidak. Sudah banyak tokoh-tokoh yang bermunculan terkait dengan ini. Misalnya Al Khawarizmi dengan ilmunya yang hingga kini terkenal, yaitu Algoritma. Atau Ibnu Sina dengan ilmu kedokterannya, dan sebagainya. Ada juga contoh dari negeri lain, misalnya Isaac Newton yang namanya diabadikan untuk satuan berat/bobot (Newton), Archimedes, Galileo, dan lain sebagainya. Manakah yang jujur dan manakah yang tidak? Silakan Anda baca sendiri sejarah yang berhubungan dengan tokoh-tokoh tersebut. Namun harap berhati-hati, jangan salah baca buku sejarah, karena ada juga buku sejarah yang tidak jujur alias tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi.

Dari ilmu pengetahuan dan "knowledge" ini, manusia menghasilkan ilmu rekayasa (engineering, atau kejuruteraan, teknik) yang berkembang di berbagai bidang. Beberapa bidang yang berkembang dalam rekayasa ini antara lain bidang aerospace, agrikultur, komputer, kimia, industri, sipil, perangkat lunak, dll. Dengan ilmu pengetahuan dan rekayasa ini, lalu berkembanglah berbagai teknologi. Akhirnya, muncullah teknologi diberbagai bidang, antara lain teknologi pesawat terbang, teknologi nuklir, teknologi audio video, teknologi elektronik, dan sebagainya.

Teknologi adalah sebuah terminologi yang berasal dari Barat / Yunani, yaitu "technology". Dia merupakan penerapan atau implementasi dari ilmu pengetahuan dan rekayasa untuk tujuan tertentu. Tujuan tertentu ini antara lain untuk pemecahan suatu masalah (problem solving), untuk menghasilkan suatu produk, dan sebagainya.

Namun seiring dengan awal perkembangan teknologi yang berasal dari Barat, maka seringkali teknologi dikaitkan dengan ide-ide "kebarat-baratan" atau "Western", seperti Demokrasi, Freedom, Free market ekonomi, pergaulan bebas, dan sebagainya. Contohnya tidak perlu jauh-jauh, misalnya komputer atau internet. Kedua perkembangan teknologi ini seringkali 'ditunggangi' dengan ide kebarat-baratan tesebut. Sebagaimana kita ketahui, salah satu hal yang turut "mendukung" perkembangan internet adalah pornografi. Pornografi sendiri merupakan hasil budaya permisif dari Barat yang menghalalkan penampakan aurat dan perbuatan zina. Maka ketika internet masuk ke Indonesia, seolah-olah budaya pornografi tersebut "harus" turut masuk ke Indonesia.

Contoh lain misalnya televisi, di mana televisi seringkali memuat pesan-pesan hegemoni Barat. Pesan-pesan hegemoni Barat tersebut dapat kita rasakan melalui tayangan-tanyangan film atau iklan. Film yang menyampaikan "pesan" hegemoni barat tidak melulu film Barat, tapi juga film produk dalam negeri yang muatannya bahkan lebih barat dari orang barat. Dan tidak sedikit dari film dalam negeri tersebut yang merupakan jiplakan total dari ide barat.

Dari sini, saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa, kita kebanyakan sulit membedakan antara teknologi dan peradaban. Atau bisa jadi yang terjadi bukanlah sulit membedakan, tapi kita tidak sadar ketika menikmati teknologi itu sekaligus kita juga menikmati peradaban Barat. Padahal kita tahu, itu bukanlah identitas kita, itu bukanlah tuntunan bagi seorang muslim.

Teknologi dan peradaban seringkali dijadikan sebuah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Seakan-akan teknologi yang berasal dari Barat tidak bisa dipisahkan dengan peradaban Barat itu sendiri. Maksudnya, ketika kita menerima sebuah teknologi, seringkali kita merasa tidak bisa menerimanya tanpa menerima nilai-nilai peradaban barat di dalamnya. Padahal teknologi dan peradaban adalah dua hal yang terpisah. Kita perlu membedakan antara teknologi yang diciptakan oleh para ahlinya dengan peradaban barat itu sendiri.

Peradaban Barat berarti demokrasi, liberalisasi wanita, kebebasan tanpa batas, kapitalisme, kejahiliyahan, dan sebagainya. Semuanya itu adalah nilai-nilai, muatan, cara hidup, atau way of life yang dimiliki oleh peradaban Barat. Sedangkan Teknologi adalah satu hal yang lain lagi (sudah di bahas di atas).

Teknologi adalah suatu hal yang bebas nilai, dia hanyalah sebagai alat, sebagai media. Muatan atau nilai yang terkandung di dalamnya tergantung dari siapa yang ada di balik teknologi tersebut. Manakala teknologi dipegang oleh kebathilan, maka tidak heran jika sering menjadi suatu hal yang merusak dan menghancurkan. Bahkan bukan tidak mungkin, teknologi itu akan meruntuhkan peradaban barat itu sendiri, atau sebaliknya. Tapi manakala teknologi itu dikendalikan oleh al haq (kebenaran), maka insya Allah dia akan menjadi rahmat bagi seluruh semesta Alam. Di sini saya juga ingin mengatakan bahwa ukuran sebuah negara maju jangan semata-mata hanya dilihat dari perkembangan teknologinya. Selain dilihat dari perkembangan teknologi, juga harus dilihat dari nilai-nilai yang dimiliki oleh negara tersebut.
Dari uraian di atas, maka seharusnya kita juga sudah bisa menilai apakah saat ini kita sedang dalam proses modernisasi ataukah westernisasi.
Lalu, dari sini kita bisa runut beberapa bentuk sikap penerimaan ummat terhadap perkembangan teknologi. Ada beberapa sikap yang ditampakkan oleh ummat ketika menghadapi teknologi, yaitu:
1. Menerima secara totalitas (tanpa filterisasi)
2. Menerima dengan filterisasi
3. Menolak mentah-mentah
Dari ketiga sikap di atas, ada dua kutub ekstrim sikap penerimaan, yang satu menerima secara membabi buta (totalitas), dan yang satu lagi menolak mentah-mentah. Bagi yang menerimanya secara totalitas, maka dia berarti juga menerima nilai-nilai peradaban Barat. Sehingga tanpa sadar orang ini menjadi agen-agen penyebaran nilai-nilai Barat. Orang ini tidak bisa membedakan antara teknologi dengan nilai-nilai peradaban. Atau bisa jadi orang ini mengerti akan perbedaannya, namun dia menderita penyakit inferior atau minder, sehingga "rela" (jika tidak ingin dikatakan terpaksa) menerima nilai-nilai peradaban Barat dan turut menyebarkannya.
Sedangkan bagi yang menolaknya secara mentah-mentah, maka ini adalah model sikap yang tertutup. Mungkin orang ini memiliki idealitas, tapi sayangnya dia tidak mau menerima realitas. Padahal ilmu (hikmah) itu adalah hak setiap muslim, di mana saja ia menjumpainya, maka di sanalah dia berhak untuk mengambilnya. Dan Islam memberi kebebasan dan tidak mengekang akal dalam hal memikirkan fenomena alam, meningkatkan martabat ilmu dan ahlinya, serta ramah terhadap setiap orang yang mampu menyumbangkan kebaikan dan faedah.
Sehingga, sikap yang baik adalah dengan memilah-milah terlebih dahulu, manakah yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan mana yang tidak. Lalu apa barometer yang dapat kita gunakan dalam memilah-milahnya? Allah SWT berfirman:
"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS. Al Baqarah: 185)
Maka, Al Qur'an lah sebagai filternya.
PENUTUP
Bila kita berbicara pada tataran ideal, maka setiap muslim seharusnya berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah, tidak bisa tidak. Dua pedoman ini harus menjadi "basic" bagi siapapun, setelah itu baru spesialisasi sesuai bidangnya masing-masing.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur'an dan Sunnah adalah rahmatan lil'alamin, rahmat untuk semesta alam. Maka apabila seorang ilmuwan, engineer, mahasiswa, dan seterusnya, berpegang teguh pada dua pedoman ini, maka teknologi yang dihasilkan niscaya berguna untuk semesta alam. Karena teknologi yang dihasilkan juga diiringi dengan muatan-muatan Rabbani yang mensejahterakan ummat manusia, menjunjung tinggi nilai keadilan, dan bersahabat dengan lingkungan. Oleh karena itu, marilah kita tanamkan dalam diri kita keimanan yang mantap, lalu beramal mengaplikasikan ilmu pengetahuan - ilmu pengetahuan tersebut untuk mengembangkan teknologi yang rahmatan lil'alamin.
Dengan demikian, antara teknologi dan peradaban dapat saling mendukung satu sama lain. Perkembangan teknologi mendukung perkembangan peradaban, demikian juga sebaliknya. Harapan kita, seiring dengan perkembangan teknologi yang "rabbani" turut mempercepat perkembangan peradaban Islam yang dijanjikan Allah SWT, demikian pula sebaliknya. Amin. []





READ MORE - Makna IPTEK

03 Januari 2007

Islam dan teknologi


Kemuliaan Islam dalam Perspektif Sains dan Teknologi

“Siapa yang di suatu jalan untuk menuntut ilmu pengetehuan, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” (HR. Muslim)

kita tak dapat menyangkal bahwa semua penemuan sains dan teknologi, serta rangkaian kejadian alam semesta ini merupakan mata rantai yang berharga dalam Islam. Islam telah menunjukan kemuliaan yang luar biasa, yang sekaligus menjadi tonggak pemikiran bagi saintis modern untuk meneliti dan memahami misteri alam ciptaan-Nya. Al-Qur’an al-karim ditinjau dari segi bahasanya adalah suatu mu’jizat yang besar, disamping isinya pun (al-Qur’an) mengandung mu’jizat-mu’jizat pencerahan ilmu pengetahuan dan dasar-dasar pengembangan teknologi.


Dalam kandungan al-Qur’an terdapat berita dan janji-janji Allah SWT mengenai masa yang akan datang. Kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan adalah di luar kekuasaan manusia untuk mengetahuinya. Di dalamnya terdapat pula fakta-fakta ilmiah yang tidak mungkin diketahui manusia di tanah Arab pada waktu al-Qur’an diwahyukan kepada Rasulullah saw. Akan tetapi, fakta-fakta tersebut dijelaskan dengan tepat dan sekarang diakui kebenarannya, seperti pada masa itu, ilmu kedokteran di tanah Arab boleh dikatakan tidak ada, yang ada hanya ilmu pengobatan secara primitif dan takhyul. Namun demikian dalam surat al-Mu’minuun : 12-14 diterangkan tentang proses pembentukan janin (manusia) yang diakui kebenarannya dalam ilmu kedokteran modern.


Oleh karena kecintaannya kepada al-Qur’an, ummat Islam di masa khalifah Ustman bin ‘ Affan mulai mengarang dan menterjemahkan bermacam-macam buku ilmu pengetahuan tentang falsafah, kesenian, ekonomi, ilmu alam, ilmu kedokteran, ilmu pertanian, ilmu mekanika, geografi, metafisika, kimia, dan lain sebagainya, sehingga perpustakaan-perpustakaan Islam di kota-kota besar (Cairo dan Cordoba) dipenuhi dengan buku-buku ilmiah. Hal ini sesuai dengan anjuran al-Qur’an seperti dalam surat Al-Alaq : 1-5 yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan.


Ilmu memberikan pengertian tentang alam dimana kita hidup. Sehubungan dengan kaidah ilmiah ini, Karl Jaspers pernah menulis, bahwa “ilmu adalah usaha manusia untuk mendengarkan jawaban-jawaban yang keluar dari dunia yang dihuninya”. Ketika Nicolas Copernicus bersama Tycho Brache dan Keppler menyusun suatu skema berdasarkan alasan matematis dalam mempelajari benda-benda langit dan meletakkan bukan bumi namun matahari sebagai pusat, mereka menyadarkan bahwa manusia hanyalah sekadar makhluk tak berarti yang mengorbit dalam jagat yang maha luas ini, dan bukan tokoh utama dari drama alam. Kemudian Galileo (1564-1642) melakukan penelaahan berdasarkan penemuan Copernicus tersebut, yang akhirnya mengemukakan fakta bahwa bumi bukanlah pusat jagat raya, melainkan hanya sebuah planet yang mengelilingi matahari. Sejarah pertentangan Galileo dengan Gereja selama ini sering hanya ditafsirkan sebatas ketertutupan agama (gereja) terhadap sains. Padahal, inti persoalannya adalah pertanyaan tentang kebenaran. Apakah sains memberi landasan untuk memperoleh kepastian mengenai dunia? Apakah sains bisa membawa kita untuk sampai kepada kebenaran? Pertanyaan-pertanyaan sains memiliki kekuatan karena mempunyai struktur yang rasional dan isi yang empiris. Pernyataan itu benar atau salah hanya bisa diketahui melalui pengujian dalam hubungannya dengan fakta atau tidak, melalui prediksi atas apa yang kemudian ternyata benar. Dan, kearifan filosofi Islam (yang bersumber kepada al-Qur’an dan Al-Hadist) telah membuktikannya melalui struktur yang rasional dengan isi yang empiris, mutlak dan bersifat final.


Memang, pada mulanya ahli-ahli ilmu falak menetapkan bahwa matahari tetap, tidak berjalan (beredar) dan hanya bumilah yang beredar (berjalan). Hampir lima belas abad yang lampau, al-Qur’an menegaskan salah satu fakta alam ini: “Dan matahari itu beredar di tempat peredarannya. Demikianlah keterangan dari yang maha perkasa lagi maha mengetahui” (QS. Yaasin : 38). Ini membuktikan bahwa al-Qur’an memberi jawaban kepada berbagai persoalan ummat manusia dan memberi jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dan perselisihan yang dihadapi ummat manusia.


Oleh sebab itu, kemudian munculah suatu pola pikir yang sama sekali berlawanan dengan rasionalisme, yang dikenal dengan istilah emprisme, yang menganjurkan agar kita kembali ke alam semesta untuk ‘memperoleh’ pengetahuan. Menurut mereka, pengetahun ini tidak ada secara apriori di benak kita, melainkan harus diperoleh dari pengalaman batiniah. Pola berpikir empris ini semula berasal dari sarjana-sarjana muslim dan kemudian ‘diterjemahkan’ di dunia barat melalui tulisan-tulisan Francis Bacon (1561-1626) dalam bukunya, Nofum Organum, yang terbit pada tahun 1620. Pola berpikir rasional pun sebenarnya dikenal oleh pemikir-pemikir Barat dari pembahasan ahli-ahli falsafah Islam terhadap falsafah Yunani kuno, yang dilakukan antara lain oleh Al-Kindi (Abu Yusuf Ya’kub bin Ishak Al-Kindi, 809-873); Al-Farabi (Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Awzalagh Al-Farabi, 881-961); Ibnu Sina (Abu Ali al-Husain bin Abdulah bin Hasan Ali bin Sina, 980-1073); dan Ibnu Rusydi (Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Rusyd, 1126-1198). Sarjana Islam lain juga menyumbang kemajuan ilmu pengetahuan dengan pengembangan “aljabar” oleh Al-Khawarizmi (Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi, 780-850); juga ahli goniometri Al-Battani al-Harrani as-Sabi, 858-929) yang dikenal sebagai Astrolog Arab termasyhur.


Perlu pula diingat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini tidak dapat menggantikan kedudukan agama yang merupakan sarana penyembahan illahiah yang paling tepat digunakan untuk menjelaskan misteri alam ini secara menyeluruh. Ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi hanya sebatas kemampuan menemukan fakta atau menerangkan ‘apa sebab’ (science and technology is fact), tetapi tidak menerangkan “mengapa menuju ke suatu kesempurnaan” (not an explanation).


Al-Qur’an dengan panjang lebar memberikan keterangan secara rinci tentang proses kehidupan, antara lain dalam Al-Furqaan : 53. “Dan Dialah yang memberikan dua laut mengalir (berdampingan); Yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi”. Fenomena ini kita baru kita mengenal hukumnya beberapa dekade terakhir, yang disebut “Theory of Surface Tension” yang menjelaskan pemisahan antara dua zat cair, sebab gaya tarik partikel-partikel kedua zat itu berdeda. Ilmu pengetahuan dan teknologi banyak mengadopsi manfaat bagi tersebut, yang tentu saja akan sangat bermanfaat bagi kehidupan ummat manusia.


Di samping itu, al-Qur’an juga menyebut “Hukum Gravitasi” sebagaimana dilukiskan secara jelas dalam surat Ar-Ra’d : 2 yang berbunyi : “Allah yang meninggalkan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy’ dan menundukan matahari dan bulan. Masing-masing beredar dengan waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (Makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan tuhanmu”. Dari ayat ini, manusia menafsirkan dari hasil pengamatan yang membuktikan bahwa benda-benda langit berada kokoh di ruang angkasa yang tidak bertepi dan tanpa tiang atau penyangga, tetapi ada semacam “tiang-tiang yang tidak kelihatan” dalam bentuk “Hukum Gaya tarik” (Grafitation Pull). Gaya tarik inilah yang menopang benda-benda langit untuk di tempatnya. Seorang astrolog Muslim yang teorinya berlandasan pada Al-Qur’an, Ibnu Rusta (Abu Ali Ahmad bin Umar bin Rusta), penulis buku “Kitab al-‘Alak al-Nafisah” (903-913), yang kemudian diedit oleh De Goejo (Leidin, 1892), pada Bab I menjelaskan safera-safera langit (celestial spheres), tanda-tanda zodiak, planet-planet, posisi planet bumi di dalam semesta ini, serta bentuk, ukuran dan saferisitasnya. Sebagai seorang muslim yang taat, Ibnu Rusta banyak mengutip ayat-ayat al-Qur’an untuk menyokong dan memperkuat pandangan-pandangan astronomisnya (M. Nastsir Arsyad, Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah, Mizan, 1989).


Dewasa ini, iman seorang muslim dihadapkan pada persoalan yang timbul dari kehidupan modern, dipengaruhi oleh benturan gelombang budaya, peradaban sekuler dan agnostic. Teknologi di samping asas manfaatnya yang luar biasa bagi kualitas kehidupan ummat manusia juga bisa disalahgunakan seperti: narkotika, internet dan sebagainya.


Dunia memerlukan pribadi-pribadi muslim yang tangguh dan brillian seperti Al-Kindi, Ibnu Sina atau Ibnu Rusta, dan pribadi-pribadi yang religius yang sekaligus memahami dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karenanya, kita wajib menguasai sains dan teknologi (ilmu). Tanpa ilmu, manusia sering dan suka berdusta terhadap yang lainnya, dengan maksud menyesatkan manusia lainnnya. Ia akan mengikuti dan menuruti nafsunya sendiri tanpa kendali.

Artikel Lain

Manusia dan lingkaran Informasi


READ MORE - Islam dan teknologi

02 Januari 2007

Pemilu Lewat Internet



Pemilu lewat internet

Pemilu lewat internet mulai sering kita dengar. telset merangkum ujicoba e-voting di sejumlah negara dari berbagai sumber. Banyak kritikan, tapi menjanjikan.

Pemilu 2004 tinggal hitungan hari. Banyak media sudah menyediakan halaman, rubrik atau jam tayang khusus membahasnya. Partai-partai politik pun mulai rajin unjuk diri. Perlukah majalah ini menulis seputar pelaksanaan pemilu? Perlu! Karena Anda pasti membutuhkan informasi lain soal hajatan besar yang hanya berlangsung lima tahun sekali itu.

Sejumlah negara sudah mulai memperkenalkan pemilu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Di Benua Biru, Komisi Eropa aktif mengembangkan sistem teknologinya sejak beberapa tahun lalu. Pihak swasta, seperti Nokia dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat digandeng.

Program yang dinamai Information Society Technologies 1999, itu targetnya menciptakan sistem elektronik untuk pemilu yang aman. Pemilih bisa menyalurkan suaranya memakai ponsel, PDA, komputer dan perangkat lain yang bisa dipakai untuk mengakses internet. Mempermudah pemilih, hasil lebih akurat, tak ada lagi kerusakan kertas suara dan mempercepat penghitungan suara. Bagaimana hasil ujicoba itu?

Kista, Stockholm, Swedia
Proyek ujicoba ini dilakukan awal 2003 lalu. Warga kota Kista ternyata menyambut antusias proyek Komisi Eropa ini. Selama tiga hari pelaksanaaan 226 orang ikut berpatisipasi. Cukup repot juga panitia. Soalnya banyak juga orang berusia di atas 55 tahun ikut mencoba. Seperti halnya di Indonesia, kaum manula itu tak terbiasa mengakses internet. Jadi, panitia musti membimbingnya satu-persatu.

Pemilu ujicoba itu dipusatkan di dekat perpustakaan umum di pusat kota. Panitia menyediakan tiga kios (semacam bilik suara), sebagai tempat pemilih ?mencoblos' partai atau calon wakilnya di parlemen. Di dalam kios itu tak ada ?paku' dan busa untuk landasan mencoblos. Melainkan komputer dan ponsel Nokia, Communicator 9210 untuk akses internet.

Sebenarnya pemilih pun bisa melakukannya dari tempat tinggal masing-masing. Namun dari ratusan peserta itu hanya satu yang mempraktekkannya. Mayoritas datang ke tempat ujicoba sambil mengumpulkan informasi. Ternyata banyak juga warganegara Swedia yang gatek. Bayangkan, ?benda' yang namanya mouse saja belum tahu fungsinya. Bahkan tak sedikit yang belum pernah meyentuh komputer. Wajar bila akhirnya memakan waktu untuk ?memencet' pilihannya. Seorang pemilih rata-rata membutuhkan waktu lima belas menit di dalam kios.

Saat mendaftar pemilih juga concern soal keamanan ?suara'nya. Panitia memberikan surat dalam amplop tertutup berisi kode pin, seperti saat kita menerima kartu ATM. Syaratnya pemilih harus menunjukkan identitasnya seperti KTP, SIM, atau paspor. Setelah ?mencoblos', kertas berisi kode pin itu harus dikembalikan pada panitia. Ini untuk mencegah terjadinya pemakaian kode rahasia itu lebih dari sekali.

Ujicoba itu dilaporkan berjalan dengan sukses. Secara teknologi, terutama jaringan internet pun tak ada kendala berarti. Sebab dilakukan di pusat kota dengan infrastruktur yang sudah baik. Yang jadi evaluasi panitia adalah soal lamanya waktu pemilih berada di dalam bilik suara. Masih lebih lama daripada cara manual.



Issy les Moulineaux, Perancis

860 sukarelawan dilibatkan dalam ujicoba pemilu dengan sistem cybervote, Desember lalu. Peserta sebagian hadir di kios pemilihan. Yang lain melakukannya dengan PC di rumah atau kantornya masing-masing. Ujicoba itu diselenggarakan oleh CNIL (Kantor Perlindungan Data Perancis) dan dihadiri pejabat terkait dari CNIL, Kementerian Interior, dan Kementerian Industri dan CNRS.

Laporan hasil ujicoba itu juga menyatakan sukses. Penghitungan suara akhir memakan waktu kurang dari sepuluh menit. Saat proses pemilihan, pemilih yang hadir di kios umumnya tak menemui hambatan berarti. Sedangkan yang lewat rumah banyak yang mengalami keterlambatan proses mengakses. Itu terjadi pada para pelanggan internet lewat modem. Dibutuhkan waktu download hingga empat puluh lima menit untuk menunggu. Sementara yang berlangganan via ADSL dan kabel lancar-lancar saja.

Khusus pemilih yang memakai komputer kantor dengan jaringan broadband, sama dengan datang ke kios. Tak ada istilah ?internet lelet'. Untuk keamanan suara, cybervote menyediakan port khusus. Jadinya, tanpa izin khusus semua perusahaan tak bisa terhubung dengan sistem itu.


Bremen, Jerman

Rada berbeda dengan di Perancis dan Swedia. Peserta di Bremen dibekali dengan kartu pintar (digital signature card) untuk menyalurkan suaranya. Ujicoba itu dilakukan oleh Universitas Bremen untuk memilih ?pejabat' rektorat, dekanat, dan senat mahasiswa pada Januari 2003 selama dua hari.

Untuk menyalurkan aspirasinya, mahasiswa musti datang ke gedung Perpustakaan Fakultas Administrasi Universitas Bremen. Di sana disediakan PC dengan smart card reader. Untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan saat memilih perpustakaan itu hanya dibuka pada jam-jam tertentu saja.

Untuk keamanan suara, smart card sudah dilengkapi teknologi asymmetric encryption. Server pun sudah terhubung dengan secure client server sampai jaringan intranet balai kota Bremen. Mungkin lantaran terbatasnya PC dengan smart card reader plus terbatasnya jam buka perpustakaan menjadikan sedikit peserta. Hanya 47 mahasiswa yang memilih, atau seperlima dari jumlah seluruh pemegang smart card.

Proses ?pencoblosan' hanya memakan waktu 60-90 detik. Itu sudah termasuk otentifikasi dengan memasukkan PIN kartu pintar pada card reader, memilih tiga kandidat, dan mengeluarkan kartu itu. Sedangkan masa penghitungan suara kurang dari sepuluh menit. Tak ada kesulitan yang dialami peserta. Soalnya mirip dengan cara memakai kartu debit di mesin ATM




READ MORE - Pemilu Lewat Internet

15 November 2006

Dunia Maya



Kunci Sukses Bisnis Di Dunia Maya


Internet sudah berkembang sedemikian pesatnya. Bisnis yang dulunya hanya bersifat offline, maka dengan adanya internet saat ini, dunia bisnispun memanfaatkannya demi meningkatkan pendapatannya. Ambil contoh perbankan yang kini sudah membuka layanan internet banking. Ada juga McD yang saat ini sudah bisa Anda pesan juga melalui internet. Atau Yahoo! yang sudah sangat sukses dengan mengubah apapun yang tadinya offline maka sekarang bisa dinikmati secara online.

Di sisi lain, banyak orang yang mencoba mulai membuat bisnis yang memang murni online. Ada game online, ada layanan sms via web, layanan Voice over IP, membuat situs e-commerce, jasa web hosting dan lain sebagainya. Layanan yang penulis sebutkan itu kebanyakan layanan berbayar. Lariskah bisnis online tersebut? Jawabannya jelas YA. Kenapa? Karena bisnis online memang memiliki target pasar yang jelas dan kita sebagai pemilik bisnis online bisa mengetahui reaksi pelanggan dengan sangat cepat melalui berbagai channel feedback yang mungkin kita buka kepada pelanggan. Dari beberapa pengamatan penulis maka akhirnya penulis punya beberapa kesimpulan mengenai kesuksesan dalam bisnis online di internet. Apa saja itu? Simak saja berikut ini.

Kalau bisa gratis, buat apa bayarIni merupakan suatu pernyataan yang mungkin bisa dikatakan radikal. Mengapa? Sebagian besar orang mungkin menganggap gratis itu tidak menguntungkan. Tetapi anggapan itu sebenarnya salah. Ada banyak contoh nyata di internet yang menunjukkan bahwa gratis itu bisa menjadi sesuatu yang membawa profit bagi yang menjalankan bisnis. Ambil saja contoh Google. Dia dikenal sebagai search engine nomor satu di dunia saat ini. Google dulunya memulai segala sesuatunya dengan gratis atau bahkan kerja bakti. Larry Page dan Sergei Brin bekerja dengan tekun untuk membuat sebuah search engine yang mudah digunakan, sederhana tetapi hasilnya maksimal. Mereka tidak takut dengan kompetitor saat itu yaitu Yahoo!, dan apa akhirnya? Google sekarang menikmati hasilnya, semua yang ada di Google memang gratis, kontennya juga bisa kita akses dengan gratis, tetapi mereka mendapat pemasukan yang sangat besar dari penjualan iklan dalam bentuk keyword dan juga Google akhirnya membuat suatu hardware yang bisa melakukan search di dalam perusahaan.Contoh lainnya adalah Wikipedia (www.wikipedia.org). Wikipedia ini memang unik karena kontennya memang sangat bagus dan professional. Wikipedia juga awalnya dikembangkan secara sukarela dengan modal sumbangan sana sini. Berkat keseriusan dan kerja keras maka Wikipedia bisa tumbuh dan berkembang besar seperti sekarang ini dan mereka akhirnya mendapatkan banyak sekali donasi untuk kegiatan operasional mereka. Semua informasi yang ada di Wikipedia adalah gratis dan kita bisa mengambil banyak manfaat dari situs tersebut.Contoh menarik lainnya adalah Friendster (www.friendster.com). Idenya sebenarnya sederhana, yaitu membuat jaringan sosial dari pengguna internet di seluruh dunia. Awalnya semuanya gratis dan sampai saat ini Anda bisa bergabung dengan Friendster juga dengan gratis. Apa yang didapat oleh Friendster? Tentunya mereka mendapat banyak sekali database personal yang bisa mereka manfaatkan lebih lanjut. Selain itu saat ini mereka juga sudah mendapatkan penghasilan dari iklan. Enak bukan?Ada banyak contoh lainnya yang akan sangat panjang jika diceritakan pada kesempatan ini. Tetapi kita bisa ambil kesimpulan bahwa membuat sesuatu yang gratis bagi orang lain bukanlah hal yang merugikan bagi Anda. Selama hal yang 'gratis' tadi bisa digarap dengan serius, maksimal dan profesional, maka penulis yakin akan datang pihak-pihak yang tertarik dengan usaha bisnis online Anda.

Murah lebih baik daripada mahalJika sebelumnya Anda sudah ditantang dengan membuat bisnis online yang menawarkan jasa gratis. Sekarang bisnis online juga sudah digunakan untuk menciptakan peluang bisnis dengan menawarkan jasa yang lebih murah dari bisnis sejenis yang lain. Apa contohnya? Kita ambil saja jasa iklan online. Saat ini sudah banyak yang membuat jasa pemasangan iklan secara online dengan menawarkan harga pemasangan iklan yang sangat murah dibandingkan jika harus memasang iklan di media cetak. Para pembuat bisnis iklan ini selalu mengatakan bahwa dengan memasang iklan online maka pemasaran produk akan jauh lebih efektif karena bisa menembus batas negara, waktu, target iklan dan yang lainnya. Memang sih kenyataannya demikian. Dengan memasang iklan secara online -- dan dengan biaya yang lebih murah -- maka iklan Anda akan bisa diakses dari seluruh penjuru dunia. Kita ambil contoh misalnya situs Bekas.com, dia menawarkan jasa pemasangan iklan barang bekas Anda dan dari situ bisa terjadi transaksi-transaksi bisnis antar anggota situs dan efeknya situs Anda akan memiliki reputasi yang baik sebagai situs broker.Contoh lainnya adalah di bidang VoIP. Saat ini hampir pada semua aplikasi instant messaging sudah dilengkapi dengan fasilitas voice chat. Dengan demikian Anda bisa berkomunikasi dengan suara dengan lawan chatting Anda. Ini tentu saja bisa menghemat biasa komunikasi yang sebelumnya harus Anda lakukan dengan menggunakan telepon. Salah satu perusahaan online yang sukses dengan konsep ini adalah Skype. Skype merupakan salah satu instant messaging yang menawarkan fasilitas voice chat dengan sangat bagus kualitasnya. Orang bahkan rela membeli token dari Skype untuk bisa menelpon ke nomor telepon rumah rekan mereka daripada mereka harus menggunakan jalur telepon yang konvensional.

Mengundang lebih baik daripada menyuruhBisnis online memang gampang-gampang susah. Gampangnya adalah kita mudah menyiapkan segala sesuatunya, tetapi ketika sudah jadi maka seringkali gagalnya adalah pada sisi marketingnya. Cara memasarkan suatu produk online memang sangat berbeda dengan memasarkan produk yang bukan online. Misalnya saja Anda membuka jasa layanan SMS lewat web. Faktor yang penting adalah memasarkan agar situs itu dikenal orang. Salah satu cara memasarkan situs adalah dengan melalui e-mail atau memanfaatkan mailing list. Tapi ingat, jika Anda tidak berhati-hati maka Anda bisa dianggap spammer karena melakukan spam ke suatu mailing list ketika mempromosikan situs Anda.Ketika mempromosikan situs Anda atau bisnis online Anda melalui mailing list, maka usahakan selalu menarik pengunjung dengan kata-kata 'mengundang'. Jangan sekali-sekali menyuruh calon pengunjung untuk pergi ke situs Anda tanpa ada alasan atau hal-hal yang menarik di dalam situs Anda. Berikut ini adalah pesan e-mail yang buruk mengenai promosi suatu situs baru di internet.
Hai rekan-rekan semuanya. Ini ada situs baru, namanya GratisManis, ayo ayo ke www.gratismanis.com. Kami tunggu yah....Itu merupakan contoh yang kampungan dan tidak profesional. Mau tahu yang lebih baik? Berikut ini contohnya.
Dear rekan-rekan,Saya Ariesa Rahardjo dari GratisManis (www.gratismanis.com). Kami merupakan situs penyedia barang-barang gratis yang bisa didapatkan dari internet. Kami sudah online sejak Januari 2005 dan saat ini kami ingin mengundang rekan-rekan semuanya untuk berkunjung ke situs kami dan memberikan komentar terhadap situs kami ini. Kami tunggu komentarnya.Ariesa Rahardjowww.gratismanis.comNah,
contoh di atas terlihat lebih profesional dan menunjukkan Anda tidak main-main dengan layanan yang Anda tawarkan melalui internet. Ini menujukkan bahwa sesederhana apapun bisnis online Anda, apabila hal itu digarap dengan serius dan profesional, maka efeknya akan sangat impresif dan menguntungkan Anda.
READ MORE - Dunia Maya

Komputer & Internet


SEKILAS TENTANG INTERNET

A. Pendahuluan

Internet adalah sebuah dunia maya jaringan komputer (Interkoneksi) yang terbentuk dari milyaran komputer di seluruh dunia. Dimulai pada pertengahan tahun 70'an pada masa perang dingin dan mencapai puncaknya pada tahun 1994, ketika interface grafis dan konten/isi dari jaringan tersebut diciptakan dan diperuntukan kepada masyarakat umum sehingga dapat dipergunakan secara lebih mudah. Internet memungkinkan kita untuk menghilangkan hambatan Jarak dan Waktu dalam mendapatkan Informasi. Dari segi ekonomi, Internet merupakan sebuah jawaban yang sangat efisien, efektif dan relatif murah jika dibandingkan dengan hasil yang akan didapat.

Perkembangan Teknologi Informasi yang sedikit "ajaib" terutama dalam bidang INTERNET secara langsung mampu menggeser bahkan merubah sistem dan pola hidup manusia, perkembangan tersebut memicu munculnya aspek-aspek sosial yang dapat dikatakan baru, atau aspek-aspek sosial lama yang muncul dengan cara baru.Salah satu dari aspek tersebut antara lain; Setelah berkembangnya Internet, sumber Informasi menjadi lebih beragam dan luas; Jarak dan Waktu bukan lagi kendala yang utama; munculnya sistem pembelian dan pembayaran On-line; mengadakan rapat secara bersamaan dan langsung dari berbagai tempat; perubahan dalam bidang hukum dan perundangan; pertukaran dan asimilasi nilai-nilai budaya yang cepatsampai Carding; Hacker; Cracker; bahkan Pornografi.

Perubahan nilai yang muncul dari aspek sosial internet menuntut pergerakan dengan cepat menyiapkan infrastruktur dan faktor-faktor yang bersangkutan dengan bidang tersebut, atau akan tertinggal, karena Internet merupakan salah satu jembatan penting untuk masuk dalam kancah dunia.

Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan / industri maupun pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya.

Konsep B to B (Busines to Business), B to C (Business to Customer), telah banyak diterapkan oleh sebagian besar perusahaan di dunia. Bahkan terakhir akan merambah ke sektor Government, dengan konsep G to G (Government to Government), G to C (Governement to Customer), serta G to B (Government to Business). Tingkat pertumbuhan pengguna internet juga menunjukan angka yang sangat fantastik, bahkan internet telah menjadi bagian kebutuhan dalam sebuah rumah tangga. Fenomena ini menunjukan bahwa 5 sampai 10 tahun yang akan datang teknologi informasi akan menguasai sebagian besar pola kehidupan masyarakat, badan usaha maupun pemerintah.

B. Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia

Internet merupakan media komunikasi yang populer di Indonesia sejak akhir tahun 1990. Perkembangan jaringan internet di Indonesia dimulai pertengahan era 1990, namun sejarah perkembangannya dapat diikuti sejak era 1970-an. Pada awal perkembangannya, internet dimulai dari kegiatan-kegiatan yang bersifat non-komersial, seperti kegiatan-kegiatan berbasis hobby dan dalam perkembangan selanjutnya kebanyakan diprakarsai oleh kelompok akademis / mahasiswa dan ilmuwan yang sebagian (pernah) terlibat dengan kegiatan berbasis hobby tersebut, melalui upaya membangun infrastruktur telekomunikasi internet.

Perkembangan Internet di Indonesia belakangan ini tampak cepat sekali, tahun 1994 tercatat hanya dua Internet Servis Provider (ISP) (IPTEK-NET dan IndoNet) dengan kecepatan total ke Internet sebesar 128Kbps. Di akhir tahun 1995, tercatat kecepatan ke Internet dari Indonesia adalah 640Kbps. Perubahan drastis pada pertengahan tahun 1996, kecepatan total Indonesia ke Internet sudah melebihi 3Mbps; bukan mustahil di akhir tahun 1996 kecepatan total Indonesia ke Internet melebihi 5Mbps. Deregulasi yang dilakukan oleh pihak Parpostel telah membuahkan lebih dari 22 ISP memungkinkan untuk beroperasi di Indonesia. Komposisi pengguna Internet di Indonesia saat ini di dominasi oleh pengguna dari pihak komersial (lebih dari 50%) yang kemudian disusul oleh pengguna dari perguruan tinggi di Indonesia dengan jumlah total pengguna Internet di seluruh Indonesia melebihi 30.000 orang sebuah jumlah yang masih kecil di bandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang hampir 200 juta jiwa. Perkembangan drastis hanya dimungkinkan jika dilakukan regulasi yang memudahkan dunia pendidikan masuk ke Internet dengan estimasi tambahan pengguna sebesar 3-5 juta pengguna dari lebih 1200 perguruan tinggi di Indonesia. Jumlah ini merupakan 10% dari populasi pengguna Internet seluruh dunia & merupakan terobosan yang besar jika hal ini terjadi di Indonesia.

Namun dibandung dengan negara-negara asia yang lebih maju, seperti Singapura, Taiwan dan hongkong, Indonesia masih ketinggalan jauh. Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet yang baru berkisar 1.680.000 pelanggan sampai dengan tahun 2001 (APJII) atau tidak lebih 5 persen dari total jumlah rumah tangga di perkotaan. Dibandingkan dengan negara-negara Asia yang tersebut di atas, yang lebih matang pasar internetnya seperti Singapore yang telah memiliki pelanggan sebanyak 47,4 persen dari jumlah rumah tangga maka kondisi pasar internet di Indonesia masih ketinggalan jauh. Sedangkan sebagai pembanding yang lainnya adalah di Taiwan dan Hongkong yang masing-masing 40 persen dan 26,7 persen dari jumlah rumah tangga (Newsbyte, 2001). Contoh lainnya adalah di China yang berpenduduk lebih dari satu milyar telah memiliki tidak kurang dari 24 juta pemakai internet dengan tingkat penetrasi mencapai 7 persen terhadap penduduk di atas usia 5 tahun (Iamasia, 2001). Ditinjau dari gambaran statistik di atas maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa masyarakat pengguna internet di Indonesia masih baru taraf pengenalan atau masih merupakan pasar yang baru muncul (mulai).

Walaupun Indonesia masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet, namun peningkatan jumlah pelanggan internet yang ada saat ini menunjukan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar. Memang pada tahun 2001 terjadi kelesuan, namun itu bersifat sementara karena efek dari krisis global yang sedang di alami, disamping pengaruh tragedy penghancuran Gedung WTC sebagai simbul pusat perekonomian dunia. Efek dan pengarih global ini bisa dilihat dengan penurunan jumlah registran untuk domain id yang mencapai 17,9 % dari jumlah registran pada tahun 2000, yaitu dari angka 4264 registran turun menjadi 3501 registran. Namun penurunan permintaan domain id tersebut tidak serta merta berbanding lurus dengan pengingkatan jumlah pelanggan internet, karena justru pada tahun 2001 persentasi jumlah pelanggan internet menunjukan kenaikan angka yang sangat tinggi, yaitu 121%, dari 760000 pelanggan meningkat menjadi 1680000 pelanggan.

Perkembangan tersebut juga telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa layanan internet / ISP (Internet Service Provider), yang pada akhir tahun 2001 ini telah mencapai 68 ISP. Hal ini menunjukan bahwa peluang pasar yang dilahirkan dari internet cukup besar. Pada tahun 2001 memang secara global terjadi penurunan khususnya di bisnis cyberspace ini, namun hal itu merupakan seleksi alam dimana ternyata justru peningkatan layanan customer semakin meningkat, dan menunjukan juga bahwa pemain bisnis yang tetap survive adalah para pemain yang serius akan model bisnis yang dikembangkannya.

Namun disamping kondisi yang postitif di atas, pada pertengahan kwartal pertama tahun 2002, terjadi fenomena menarik, karena sebuah jaringn ISP terluas yaitu WasantaraNet telah menutup sebagian kantor cabangnya. Kemudian berikutnya, disusul ISP yang memiliki jaringan luas juga, yaitu MegaNet mengumumkan bahwa perusahaannya telah menutup semua kantor operasionalnya. Kondisi ini jelas kurang menguntungkan bagi perkembangan akses informasi oleh masyarakat.

Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak beroperasinya kembali sebagian kantor cabang ISP tersebut, dianataranya, karena alasan cost perasionalnya yang terlalu tinggi, yang tidak bisa dipenuhi oleh pendapatanya. Namun pada perkembangan terakhir disebutkan bahwa alasan utamanya adalah karena persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh TELKOM, dengan TelkomNet Instantnya.

Dari semua kondisi di atas, yang utama bagi user internet Indonesia adalah akses yang murah dan cepat, sehingga mereka bisa menikmati perkembangan teknologi informasi, terutama user internet di tingkat masyarakat daerah. Semua itu akan terwujud jika pengambil kebijkan di bidang ini bisa memiliki pandangan yang seimbang, baik dari segi user internet (masyarakta), maupun dari segi perusahaan penyedia jasa layanan internet dan teknologi informasi.


Artikel Lainnya

READ MORE - Komputer & Internet

Manusia Dan Lingkaran Informasi


Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi yang ditandai dengan kehadiran sejumlah piranti komunikasi mutakhir, di mana setiap orang dapat mengolah, memproduksi, serta mengirimkan maupun menerima segala bentuk pesan komunikasi, di mana saja dan kapan saja, seolah-olah tanpa mengenal batasan ruang dan waktu, dengan sendirinya telah memacu terjadinya perkembangan di sektor media massa, yang merupakan bagian dari komponen komunikasi.

Akibatnya, serbuan informasi yang bersumber dari media massa, baik cetak maupun elektronik, sebagai akibat dari perkembangan itu pun mulai terasa. Disadari atau tidak, saat ini kita memang telah berada dalam suatu lingkaran yang sarat akan informasi.

Hal ini tentunya akan memberikan dampak-dampak tertentu bagi ummat Islam, baik positif maupun negatif. Namun pastinya, yang perlu diwaspadai adalah dampak negatif dari gencarnya perkembangan tersebut yang secara tidak langsung mulai mengisi liku-liku kehidupan umat Islam, serta dikhawatirkan dapat menggerogoti akidah dan keimanan umat.

Sebagai catatan, dalam beberapa dasawarsa terakhir ini perkembangan media massa dan arus informasi di Indonesia memang terbilang luar biasa. Seperempat abad yang lalu, Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang memanfaatkan satelit sebagai sarana komunikasi domestik, setelah Amerika dan Kanada.

Pada tahun 1986, Indonesia dalah negara satu-satunya di Asia Tenggara yang mengizinkan penggunaan antena parabola secara bebas. Saat itulah, arus informasi global yang sarat akan limbah budaya mulai menghantam. Tak hanya itu, dalam kurun waktu yang singkat (1989-1993), lima stasiun televisi swasta hadir mendampingi TVRI, memanjakan masyarakat dengan berbagai tayangan.

Dan kini, sejumlah stasiun TV baru juga muncul kembali. Bukan cuma televisi, media radio dan media cetak pun tampaknya memiliki pertumbuhan yang cukup signifikan. Belum lagi jutaan situs yang tersebar di jaringan internet.
Memang, tampaknya adalah suatu hal yang musykil bagi kita untuk menghindar dari serbuan informasi, kecuali bila kita mengisolir diri dari kemajuan peradaban. Namun yang jelas, bagi seorang Muslim sesungguhnya tidak perlu khawatir dengan adanya perkembangan teknologi tersebut. Sebab Allah SWT telah mengisyaratkan melalui firman-Nya dalam QS Ar Ra'd (13) ayat 39-43, bahwa tiap-tiap masa mempunyai tantangan dan jawabannya sendiri-sendiri.

Pesatnya perkembangan iptek merupakan tantangan yang harus kita jawab. Untuk itu mungkin kita perlu sedikit mengkaji sebuah nasihat dari Sayyidina Ali Krw yang bunyinya: "Siapa yang merasa aman menghadapi zaman, zaman akan menghancurkannya. Siapa yang tinggi hati menghadapi zaman, zaman akan merendahkannya. Siapa yang bersandar pada tanda-tanda zaman, zaman akan menyelamatkannya.''

Relevansinya, manusia dengan segala keterbatasannya adalah makhluk yang sempurna, karena memiliki akal dan pikiran yang dapat digunakan untuk memngantisipasi segala keadaan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Sebagai makhluk yang berakal dan berpikir, kita memang tidak boleh merasa aman dalam menghadapi zaman. Artinya, kita tidak boleh lengah atas segala hal yang bisa menggerogoti akidah dan keimanan kita, termasuk yang datangnya dari perkembangan teknologi komunikasi berupa serbuan informasi melalui media massa.

Dari sudut lain, kita pun tidak boleh tinggi hati dengan menganggap semua bentuk perkembangan zaman adalah kemudharatan. Sebab jika seorang Muslim sudah berpikir begitu, maka ia akan terlibas oleh perkembangan zaman. Akibatnya, ia akan jatuh rendah sebagai manusia yang ketinggalan zaman.

Seorang Muslim idealnya mampu bersandar pada tanda-tanda zaman. Artinya, ia mampu mengantisipasi segala perkembangan yang ada tanpa meninggalkan akidahnya. Dalam konteks serbuan informasi, mungkin kita sangat perlu untuk mengingat firman Allah SWT dalam QS Al Hujurat (49) ayat 6, yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu."

Firman Allah di atas sesungguhnya merupakan instruksi yang amat tegas bagi setiap Muslim untuk bersikap kritis, tidak asal telan saja segala informasi yang datang bertubi-tubi setiap hari, jam, menit, bahkan detik. Jadi yang harus kita lakukan adalah bagaimana menciptakan suatu teknologi yang bermanfaat dan membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.

Seorang Muslim seharusnya mampu memanfaatkan teknologi sebagai tanda kemajuan zaman dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, tentu saja dibutuhkan kepintaran seorang Muslim untuk mampu menyeleksi dan mengkaji informasi yang datang melalui teknologi tersebut, sebab yang namanya distorsi dan polusi informasi akan selalu ada ketika sampai pada diri kita.

Memang, untuk merealisasikan atau memanfaatkan teknologi agar bernilai postif tidaklah gampang. Tapi, itulah tantangan zaman yang harus kita jawab. Yang pasti, kita harus senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Jadikanlah teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Allah SWT, karena teknologi merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Manusia dapat menciptakan teknologi yang hebat, namun Allah adalah Pencipta Yang Mahahebat. Jangan sampai kita diperbudak oleh perbuatan kita sendiri.

Sumber : http://www.republika.co.id/
READ MORE - Manusia Dan Lingkaran Informasi